Kenapa cinta itu buta? Pernah kah terlintas di pikiran kalian akan pertanyaan itu? Kenapa banyak orang yang beranggapan bahwa cinta itu buta? Ada apa dengan cinta? Apa karena kita merasakan dengan cinta, bukan melihat dengan cinta?
Andai kan saja sebuah pertanyaan baru kembali mengusik pikiran kita, apa kau telah yakin dengan apa yang kau rasakan? Tidak adakah terbersit sedikit pun rasa bimbang tak kala pertanyaan itu tiba-tiba saja di lontarkan kepada kalian? Apa kau masih bisa yakin dengan perasaan mu?
Apa pernah kalian bertanya kepada diri sendiri, sebenarnya apa itu cinta? Kenapa banyak sekali orang yang mengharapkan cinta itu datang menghampirinya tanpa memperdulikan sisi lain cinta yang mungkin akan lebih berdampak buruk bagi kalian? Terkadang, manusia memang bisa menjadi egois. Hanya mengharapkan manisnya cinta tanpa ingin merasakan pahitnya penghianatan cinta. Bukan kah Cinta itu rumit karena harus menyatukan dua pemikiran yang berbeda? Sangat aneh kan? Untuk apa kita mengharapkan sesuatu yang rumit?
Ada yang beranggapan bahwa cinta adalah ketika hati yang lebih banyak berbicara dari pada pikiran dan logika. Bagaimana menurut kalian? Apa kalian sudah bisa memberikan alasan yang jelas dari pemikiran kalian saat ini? Ketahuilah! Tanpa alasan yang jelas, tidaklah mudah bagi akal dan logika untuk di yakinkan! Manusia tidak selalu benar dalam segala hal dan tidak selalu salah dalam segala hal, kira-kira seperti itulah pendapat dari seorang filsuf terkenal dunia.
Oh, baiklah. Apa kalian telah mendapatkan jawaban dari makna cinta itu sendiri? Lalu, cinta seperti apa yang kalian harapkan? Apa cinta yang sempurna seperti dongeng-dongeng ataupun drama-drama yang
kalian tonton? atau seperti novel dan komik yang kalian baca?Tapi, hei! Tidak ada yang sempurna di dunia ini! Ataukan kalian hanya mengharapkan cinta yang bisa menjadi tempatku bersandar dan berlindung? Bukan kah itu sangat menggelikan?
Lalu, seyakin apakah kalian dengan harapan mu itu? Apa kalian lupa? kekecewaan ada karena harapan tak sesuai dengan realita yang terjadi!
Dan di sinilah aku berada sekarang. Seperti orang bodoh dan tak memiliki akal yang hanya diam mematung menatap harapan ku. Apa aku masih bisa mengharapkan cinta maupun kisah cinta yang sempurna? Berulang kali ku lontarkan pertanyaan itu entah pada siapa. Apa aku masih bisa berharap? Seberapa yakin nya kah aku akan harapan itu? Dan, apakah aku siap menerima konsekuensi dari harapan itu pula?
Hening. Sangat hening. Bahkan terlampau hening. Tidak ada riuh suara apapun yang berhasil menerobos masuk menembus pertahanan indera pendengaranku. Bahkan suara guyuran hujan yang jatuh menyapa bumi dan suara gemuruh langit yang memberikan kesan angkuhnya tak mampu lagi ku dengarkan dengan baik. Aku tidak tau apakah aku telah menjadi tuli sekarang. Apa Tuhan sedang menghukumku atas keegoisan ku? Apa sangat egois apabila kau ingin mempertahankan cintamu? Kalau memang Tuhan sedang menghukumku sekarang, Aku harap dia juga menghukum, membuat ku buta di saat ini juga! Karena cinta aku tidak bisa membedakan mana yg baik dan mana yg tidak, mana yg tulus dan mana yg tidak, entahlah aku bingung kenapa aku bisa buta dalam menilai orang yang ku cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar