Rabu, 30 April 2014

Langit dan Bumi

Hari demi hari telah berganti, tapi hati ku masih tetap mencintaimu, ya.. aku tau engkau hanyalah masa lalu yang sangat menyakitkan, tapi entah mengapa engkau masih ada didalam hati ku. Setiap hari aku selalu mencoba melupakan bayang-bayang kamu didalam pikiran ku, dan aku sudah mencoba mencari pengganti mu, tapi masih saja aku tidak bisa melupakan bayang-bayang mu dalam pikiranku.

Dan pada akhirnya aku telah menemukan pengganti mu, dia baik, perhatian, dan dia juga tampan. Hari-hari kulewati denganya kembali berwarna tidak lagi berwarna putih abu-abu. Tapi aku merasa kalau dia terlalu sempurna untuk ku, entah perasaan ku atau tidak, aku merasa kalau setiap aku jalan dengan dia rasanya ada yang mengganjal, dia tampan sementara aku? Dia sempurna sementara aku? Bahkan aku merasa, aku dan dia bagaikan langit dan bumi. Haha konyol bukan? Tapi aku merasakan hal seperti itu.

Sudah 3 bulan aku menjalin hubungan dengan dia, dan akhirnya aku bilang bahwa aku dan dia bagaikan langit dan bumi, dan dia menjawab "aku sayang dan cinta sama kamu itu gak mandang fisik atau materi kamu, tapi aku sayang dan cinta sama kamu itu tulus. Dan aku sayang sama kamu apa adanya, bukan ada apanya". Entah mengapa aku senang dan takut mendengarnya, senang karna dia mencintai ku apa adanya, dan aku takut kalau tiba-tiba dia bosan dan pergi meniggalkan ku, karna aku telah mencintainya. Aku benar-benar telah mencintainya, karna dia muncul aku bisa melupakan masa lalu ku yang berwarna putih abu-abu dan berubah menjadi berwarna.

Tuhan.. boleh aku meminta dua  permintaan kepada mu? Aku ingin dia selalu ada disisi ku dan selalu mencintaiku. Apakah itu bisa? Aku sangat mengharapkannya tuhan.. karna dia mengajari ku bahwa cinta itu saling melengkapi, saling menghargai, dan cinta itu tidak memandang ada apanya tapi apa adanya. Karna dibalik kebelebihan pasti ada kekurangan, dan dibalik kekurangan pasti ada kelebihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar